haloowen

6.4.12

Proyeksi peta


Proyeksi peta

Pemetaan dalam kartografi adalah memindahkan objek di muka bumi yang berbentuk lengkung ke dalam peta yang datar. Dalam pemetaan tentu sering terjadi kesalahan, usaha yang dibutuhkan untuk memperkecil kesalahan dalam proses pemindahan bidang lengkung ke bidang datar disebut proyeksi peta. Menurut Erwin Raisz, proyeksi peta merupakan system parallel dan meridian untuk menggambarkan peta. Dalam proses proyeksi peta terdapat kualitas proyeksi peta yang berbeda-beda, kualitas tersebut tergantung pada:
1.      Luas wilayah pemetaan
2.      Bentuk wilayah yang digambarkan
3.      Skala yang digunakan
4.      Kemudahan dalam penggambaran

A. Klasifikasi Proyeksi Peta
Kasifikasi peta dibedakan atas tiga hal, yaitu:
1. Berdasarkan Garis Karakteristiknya
Berdasarkan garis karakteristiknya, proyeksi peta dibagi dalam tiga kelompok, yaitu:
a.       Proyeksi normal, yaitu garis karakteristik berimpit dengan sumbu bumi
b.      Proyeksi transversal, yaitu garis karakteristik tegak lurus dengan sumbu bumi
c.       Proyeksi obligue(miring), yaitu garis karakteristik membentuk sudut lancip terhadap sumbu bumi.
2. Berdasarkan Tingkat Kesalahannya
Berdasarkan tingkat kesalahannya, proyeksi peta juga dibedakan atas tiga kelompok, yaitu:
a.       Proyeksi Ekuivalen, adalah proyeksi yang kebenarannya pada luasan yang tetap, artinya luas bagian-bagian pada peta luasnya sama dengan luas bagian-bagian pada globe dengan skala yang sama.
b.      Proyeksi Equidistant, yaitu proyeksi yang kebenarannya pada jarak yang tetap. Pada proyeksi ini jarak pada arah tertentu pada peta sama dengan jarak pada globe dengan skala yang sama.
c.       Proyeksi Conform, yaitu proyeksi yang kebenarannya pada bentuk peta sama dengan bentuk globe dengan skala yang sama. Namun pada proyeksi ini dibutuhkan persyarata-persyaratan tertentu karena proyeksi ini hanya mungkin untuk ukuran luas yang terbatas, yaitu:
1.      Garis parallel dan meridian saling tegak lurus
2.      Skala ke segala arah pada titik harus sama, namun skala dari satu titik ke titik yang lain bias berbeda
3.      Perbandingan unsure parallel dan meridian tetap.
3. Berdasarkan Konstruksinya
Berdasarkan konstruksinya, proyeksi peta dibagi menjadi dua, yaitu:
  1. Proyeksi perspektif: proyeksi yang konstruksinya bersifat matematis
  2. Proyeksi nonperspektif: merupakan modifikasi dari proyeksi perspektif
B. Paralel dan Meridian
PARALEL(LINTANG)
Ada 900 paralel yang merupakan lingkaran-lingkaran yang sejajar dengan ekuator, yang terletak antara ekuator dan kutub. Istilah 10 paralel adalah pembagian derajat sepanjang meridian, atau jarak antara parallel yang satu dengan yang lain, apabila lingkaran meridian dibagi atas 360 bagian yang sama. Untuk menentukan parallel di suatu tempat dilakukan pengukuran tinggi bintang kutub atau dengan tingginya matahari di atas horizon. Karena bentuk bumi bulat, maka 10 paralel berukuran sama pada tiap tempat, namun karena adanya pemipihan kea rah kutub, maka 10 paralel di tiap tempat dapat dihitung berdasarkan bentuk bumi, yaitu:
10 paralel=69,0569-0,3494cos2tahun x 0,0007cos4tahun
Perhitungan tersebut dihitung dalam satuan mil, dan paralelnya dinyatakan dalam derajat, menit dan detik.
BESARNYA LINTANG(LATITUDE)
Besarnya lintang adalah busur yang diukur(dalam derajat) pada suatu meridian antara suatu tempat dengan ekuator. Besarnya lintang mempunyai harga dari 0o(ekuator) sampai 90o di kutub utara dan kutub selatan.
MERIDIAN(BUJUR)
Merupakan pasangan koordinat lain, terdiri atas lingkaran-lingkaran besar sebanyak 180 buah yang membagi ekuator serta lingkaran parallel menjadi 360 meridian. 1o meridian merupakan jarak antara meridian satu dengan meridian yang lain sepanjang lingkaran parallel apabila lingkaran tersebut dibagi menjadi 360 bagian yang sama. Dalam kartografi, lingkaran parallel dan ekuator dianggap sebagai lingkaran sempurna, sehingga 1o meridian di ekuator sama dengan 69,17 mil, sedangkan di kutub sama dengan nol. Apabila kutub dianggap tidak mengalami pemipihan, maka radius pada tiap parallel adalah:
r=RcosQ,
dimana: R=radius bumi
Q=parallel
r=panjang radius parallel
BESARNYA BUJUR(LONGITUDE)
Besarnya bujur adalah busur yang diukur(dalam derajat) pada suatu parallel antara meridian suatu tempat dengan meridian utama(Meridian Greenwich). Meridian Greenwich mempunyai harga bujur 0o.

Suatu meridian dapat didefinisikan sebagai suatu garis yang menjadi tempat kedudukan semua titik-titik yang mempunyai longitude sama. Panjang bujur dalam setiap 1o dalam miles/ kilometer tidak tetap, tergantung letak parallel.
C. Jenis Proyeksi Peta
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih proyeksi peta yang akan digunakan, yaitu:
  1. Maksud dari pemetaan
  2. Luasan wilayah yang akan digambar
  3. Bentuk wilayah yang akan digambar
  4. Lokasi atau letak wilayah yang akan digambar
  5. Kemudahan dalam penggambarannya.

Jenis proyeksi peta yang dapat digunakan antara lain:
  1. PROYEKSI AZIMUTHAL
Proyeksi ini menggunakan bidang datar sebagai bidang proyeksi. Bila pola bumi menyinggung bidang proyeksi pada salah satu kutub(kutub utara atau selatan), maka disebut Proyeksi Azimuthal Normal, namun bila menyinggung pada salah satu titik ekuator, maka disebut Proyeksi Azimuthal Equatorial, dan bila menyinggung pada salah satu titik di sebarang tempat pada bola bumi, maka disebut Proyeksi Azimuthal Miring(Oblique).
  1. PROYEKSI SILINDER
Proyeksi silinder menggunakan bidang silinder sebagai bidang proyeksinya, kemudian silinder tersebut dipotong dan dibuka menjadi bidang datar.

Sifat proyeksi silinder yang normal adalah lingkaran-lingkaran meridian diproyeksikan menjadi garis-garis lurus vertical yang sejajar. Lingkaran-lingkaran parallel juga diproyeksikan menjadi garis lurus yang sejajar dan tegak lurus dengan meridian. Pada proyeksi silinder normal, sumbu bumi berimpit dengan sumbu silinder, dan menyinggung ekuator, namun dapat juga bidang proyeksi memotong bola bumi pada suatu parallel.
  1. PROYEKSI KERUCUT
Bila kerucut berada pada posisi normal, maka garis singgung dari bidang kerucut dengan bola bumi berada di suatu parallel, dan parallel ini disebut dengan parallel standart(tidak mengalami distorsi/ penyimpangan. Parallel standart memiliki factor skala satu.
                Factor skala=k= jarak di peta/ jarak di bumi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar